Pemerintah menyiapkan empat stimulus akhir tahun 2026 dengan anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp31 triliun. Program yang dirancang untuk kuartal IV itu mencakup pembukaan rekening gratis bagi warga berusia 17 tahun, bantuan beras, subsidi upah, serta potongan biaya transportasi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sidang Kabinet Paripurna. Dalam laporan yang dikutip dari video di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden, Minggu (25/10/2026), Airlangga menyebut program-program itu akan dijalankan dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Empat pos anggaran yang dipaparkan berjumlah sekitar Rp31,67 triliun jika dijumlahkan dari rincian masing-masing program. Porsi terbesar dialokasikan untuk bantuan pangan beras, disusul bantuan subsidi upah. Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk pembukaan rekening dan diskon transportasi. Empat program stimulus akhir tahun Program pertama adalah pembukaan rekening gratis bagi masyarakat berusia 17 tahun. Pemerintah mengalokasikan Rp1,28 triliun untuk program tersebut. Setiap rekening baru akan disertai dana sebesar Rp50 ribu. Airlangga mengatakan program satu orang satu rekening telah mendapat arahan Presiden untuk dijalankan pada kuartal IV. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa kebijakan itu ditujukan untuk memperluas kepemilikan rekening, dengan insentif awal yang melekat pada rekening baru. Stimulus kedua berupa bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan. Bantuan ini direncanakan menyasar 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Anggaran yang disiapkan untuk program tersebut sekitar Rp17,54 triliun. Dengan jumlah penerima dan lama penyaluran yang telah ditetapkan, bantuan beras menjadi komponen terbesar dari keseluruhan paket. Program ini berbeda dari bantuan subsidi upah yang sasarannya pekerja dengan penghasilan tertentu. BSU untuk pekerja bergaji hingga Rp3,5 juta Pemerintah juga menyiapkan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp300 ribu per bulan bagi 13,3 juta pekerja. Bantuan itu ditujukan kepada pekerja dengan gaji Rp3,5 juta ke bawah, dengan anggaran sekitar Rp11,97 triliun. Penyaluran BSU direncanakan dilakukan sekaligus, sekitar November atau Desember 2026. Artinya, waktu pencairan yang disampaikan pemerintah masih berupa perkiraan dalam rentang dua bulan tersebut. Rincian lebih lanjut mengenai mekanisme penyaluran tidak disebutkan dalam paparan yang tersedia. Besaran bantuan yang diumumkan adalah Rp300 ribu per bulan, sementara pemerintah menyebut pembayaran akan diberikan sekaligus. Karena itu, penerima perlu menunggu keterangan pelaksanaan resmi untuk mengetahui jadwal dan tata cara memperoleh bantuan. Diskon transportasi untuk perjalanan Nataru Program keempat adalah diskon transportasi untuk menyambut musim libur Nataru. Potongan diberikan pada empat moda: tiket pesawat, tiket kereta api, tarif dasar kapal laut, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan bagi angkutan penyeberangan. Stimulus transportasi itu berlaku untuk periode perjalanan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pemerintah memperkirakan sekitar 6,6 juta penumpang akan merasakan manfaatnya dan menyediakan anggaran Rp883,4 miliar. Dalam paparannya, Airlangga menyebut program diskon tersebut telah disetujui pada pertengahan tahun. Ia juga menyampaikan angka dampak sebesar 16,6 juta dalam keterangannya, berbeda dari perkiraan sekitar 6,6 juta penumpang yang disebut dalam rincian program. Besaran potongan untuk masing-masing moda tidak dirinci dalam paparan tersebut. Namun, cakupan program menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya menyasar perjalanan udara dan kereta, tetapi juga transportasi laut serta penyeberangan. Menunggu rincian pelaksanaan program Empat program itu menggabungkan bantuan langsung kepada keluarga dan pekerja dengan insentif untuk perjalanan akhir tahun. Dari sisi anggaran, bantuan beras dan BSU mengambil porsi terbesar, sementara program rekening gratis dan diskon transportasi melengkapi paket stimulus. Rencana pemerintah tersebut mencakup sejumlah jadwal yang berbeda: bantuan beras untuk tiga bulan, penyaluran BSU sekitar November atau Desember, serta diskon transportasi pada periode perjalanan Nataru. Pelaksanaan tiap program akan menjadi penentu bagi masyarakat yang menjadi sasaran, terutama mereka yang perlu memastikan kelayakan dan waktu menerima bantuan. Dengan kuartal IV 2026 sebagai periode pelaksanaan, masyarakat masih perlu mencermati pengumuman teknis dari pemerintah mengenai penyaluran dan penggunaan masing-masing stimulus. Informasi tersebut akan memperjelas bagaimana program yang telah dianggarkan dapat diakses oleh penerima manfaat. Post navigation Bahlil Kaji Penghentian Ekspor Gas ke Singapura Harga Emas Perhiasan 25 Oktober 2026: Daftar Karat