Incheon Heungkuk Life Pink Spiders mengalahkan Daejeon JungKwanJang Red Sparks dengan skor 3-1 pada laga pembuka Grup A KOVO Cup 2026 di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Minggu (11/10/2026). Red Sparks sempat merebut set pertama, tetapi akhirnya kalah 25-18, 23-25, 16-25, 25-27.

Hasil itu menjadi awal yang sulit bagi Red Sparks dalam turnamen pramusim tersebut. Sebaliknya, Pink Spiders membuka kompetisi dengan kemenangan setelah mampu membalikkan keadaan dan mengatasi persaingan ketat pada set keempat.

Red Sparks unggul lebih dulu pada set pertama

Red Sparks memulai pertandingan dengan permainan yang meyakinkan. Pertahanan Park Eun-jin membantu meredam serangan lawan, sementara Zhong Hui, pemain asal China, memberi variasi lewat serangan cepat. Kombinasi tersebut membuat Red Sparks mampu mengendalikan jalannya set pertama dan menang 25-18.

Momentum itu tidak bertahan lama. Pada set kedua, Pink Spiders memasukkan dua pemain asing, Yansy Kindelan dari Kuba dan Jahstice Yauchi dari Jepang. Kehadiran keduanya membuat tekanan di lini depan Pink Spiders meningkat dan mengganggu dominasi Red Sparks.

Set kedua berjalan lebih ketat. Red Sparks sempat berada dalam persaingan untuk mengambil set, tetapi Pink Spiders mengamankan kemenangan 25-23. Skor imbang 1-1 mengubah arah pertandingan sekaligus memberi Pink Spiders kesempatan untuk membangun kendali pada dua set berikutnya.

Pink Spiders memanfaatkan momen krusial

Set ketiga menjadi bagian yang paling sulit bagi Red Sparks. Pink Spiders tampil lebih dominan dan menutup set dengan skor 25-16. Red Sparks kehilangan kesempatan untuk kembali memimpin, sementara lawannya hanya membutuhkan satu set lagi untuk memastikan kemenangan.

Red Sparks berusaha memperpanjang pertandingan pada set keempat. Kedua tim saling mengejar angka hingga skor berlanjut melewati batas 25 poin. Dalam situasi deuce, Pyo Seung-ju berperan penting bagi Pink Spiders. Penempatan bolanya pada poin-poin akhir membantu timnya mengunci set dengan skor 27-25.

Pyo memiliki arti tersendiri dalam pertandingan tersebut karena ia pernah menjadi bagian dari Red Sparks. Kali ini, penempatan bolanya pada momen penting justru menjadi salah satu faktor yang menyulitkan mantan timnya. Pink Spiders pun menutup laga dengan kemenangan 3-1.

Absennya Bukilic terasa bagi Red Sparks

Red Sparks menjalani pertandingan tanpa opposite Serbia, Vanja Bukilic. Ia tidak bermain dan hanya terlihat menyaksikan rekan-rekannya dari bangku penonton. Absennya pemain tersebut disebut memengaruhi daya gedor Red Sparks, terutama ketika tim memasuki momen-momen krusial.

Perbedaan permainan setelah set pertama terlihat ketika Pink Spiders memperkuat tekanan di depan. Red Sparks sempat memiliki fondasi pertahanan yang baik dan mampu menghasilkan serangan cepat, tetapi kesulitan mempertahankan keunggulan setelah lawan mengubah susunan pemain.

Hasil ini menempatkan Red Sparks di posisi ketiga klasemen sementara Grup A tanpa poin. Pink Spiders berada di urutan kedua dengan tiga poin, sementara IBK Altos memimpin klasemen setelah memenangi laga pembuka. SOOP Superers berada di posisi berikutnya.

Peluang Red Sparks menuju semifinal

Red Sparks masih memiliki dua pertandingan tersisa pada fase grup, yakni melawan SOOP Superers dan IBK Altos. Kekalahan dari Pink Spiders membuat kedua laga itu penting bagi upaya mereka menjaga peluang melaju ke semifinal. Red Sparks perlu mengamankan hasil maksimal agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan grup.

Di laga pembuka lainnya, IBK Altos mengalahkan SOOP Superers dengan skor 3-0. Victoria Danchak mencetak 15 poin untuk IBK Altos. Hasil tersebut membuat persaingan Grup A langsung menghadirkan tekanan bagi tim-tim yang belum meraih kemenangan.

Bagi Red Sparks, pertandingan berikutnya menjadi kesempatan untuk merespons kekalahan sekaligus membenahi permainan setelah kehilangan kendali usai set pertama. Tantangan mereka bukan hanya mengejar poin, tetapi juga menjaga konsistensi ketika pertandingan memasuki fase penentuan.