Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyampaikan jawaban berbeda ketika ditanya soal peluang Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali maju pada Pilpres 2029. Pada September 2025, Jokowi secara terbuka mengatakan telah meminta relawannya mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk dua periode. Kini, ia memilih mengingatkan bahwa pemilu masih jauh.

Perbedaan itu menjadi perhatian karena Jokowi sebelumnya menyebut dukungan dua periode sebagai arahan yang sudah disampaikan sejak awal. Namun, dalam pernyataan terbarunya, ia tidak mengulang dukungan tersebut ataupun menyatakan menariknya. Jokowi menekankan bahwa semua pihak sebaiknya bekerja lebih dulu untuk rakyat.

Pernyataan Jokowi pada 2025: relawan diminta mendukung dua periode

Pada September 2025, Jokowi membenarkan bahwa dirinya telah menyampaikan arahan kepada para relawan, termasuk Bara JP, untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan selama dua periode. Pernyataan itu disampaikan saat ia ditanya mengenai kabar bahwa relawan Bara JP mendapat arahan tersebut.

“Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode),” kata Jokowi, dikutip dari detikJateng pada Jumat, 19 September 2025.

Jokowi kemudian menegaskan bahwa arahan yang ia berikan memang untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode. Saat itu, ia mengaitkan pernyataan tersebut dengan dukungan kepada pemerintahan yang sedang berjalan. Ketika ditanya lebih jauh apakah ia mendukung pasangan itu maju kembali pada pemilu mendatang, Jokowi menjawab bahwa pesan tersebut ia sampaikan kepada relawan karena ada yang bertanya.

Pada Juni 2026, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus juga menyebut Jokowi meminta PSI dan para simpatisan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran, bahkan sampai dua periode. Bestari mengatakan pesan itu disampaikan Jokowi saat mereka bertemu di Solo. Menurut Bestari, Jokowi juga berpesan agar para pendukung menjaga keharmonisan internal.

Jawaban terbaru: Pemilu 2029 masih jauh

Ketika kembali ditanya mengenai dukungan untuk Prabowo-Gibran dua periode, Jokowi memberikan jawaban berbeda. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, ia mengatakan pemilu masih jauh. Saat pertanyaan diajukan kembali, Jokowi tidak menguraikan dukungan politiknya secara langsung, melainkan mengajak semua pihak bekerja terlebih dahulu.

“Masih jauh 2029, semuanya kerja dulu, entah kerja politik, entah kerja di pemerintahan, kerja untuk rakyatlah semuanya,” ujar Jokowi.

Jawaban itu tidak secara eksplisit membatalkan arahan yang pernah ia sampaikan kepada relawan. Jokowi hanya menempatkan pembahasan pemilu dalam jarak waktu yang masih panjang dan menekankan pekerjaan untuk rakyat. Karena itu, perbedaan yang terlihat terutama terletak pada cara ia merespons pertanyaan: sebelumnya ia mengakui adanya arahan dukungan dua periode, sedangkan kali ini ia tidak kembali menegaskan hal tersebut.

Ketua Umum Bara JP Willem Frans Ansanay mengatakan organisasinya belum menerima perintah baru dari Jokowi. Selama belum ada arahan lain, Bara JP tetap menjalankan pesan sebelumnya untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode.

“Ya kami Bara JP karena perintahnya dua periode, ya kami menjalankan. Belum ada perintah baru,” kata Willem, Jumat, 9 Oktober 2026.

Willem menduga ada berbagai aspek yang dipertimbangkan Jokowi ketika menyebut pemilu masih jauh, termasuk kondisi di masyarakat. Namun, ia menegaskan makna sebenarnya dari pernyataan itu hanya diketahui Jokowi sendiri. Willem juga memperkirakan jawaban tersebut berkaitan dengan pertanyaan wartawan mengenai dukungan dua periode, sementara pemilu masih akan berlangsung beberapa tahun lagi.

Golkar tegaskan dukungan kepada Prabowo, cawapres belum dibahas

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan partainya telah memiliki sikap mengenai Pilpres 2029. Golkar, kata dia, mendukung Prabowo sebagai calon presiden. Doli menyebut posisi itu telah disampaikan partainya sejak akhir 2024 dan diputuskan melalui rapat pimpinan nasional.

Namun, Golkar belum membahas siapa sosok yang akan mendampingi Prabowo. Menurut Doli, keputusan mengenai calon wakil presiden biasanya dibicarakan menjelang pendaftaran, setelah partai-partai pengusung diketahui. Ia juga mengatakan penentuan akhir calon wakil presiden berada di tangan calon presiden.

Doli menilai pembahasan mengenai pasangan untuk pemilu mendatang belum menjadi prioritas. Saat ini, Golkar memilih berfokus membantu menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran dan memastikan program-programnya dapat dirasakan masyarakat.

Respons Bara JP dan Golkar menunjukkan bahwa sikap dukungan terhadap pemerintahan saat ini berjalan berdampingan dengan perhitungan politik yang belum tuntas untuk 2029. Sementara itu, pernyataan Jokowi belum memberi kepastian baru mengenai pencalonan Prabowo-Gibran. Perkembangan sikapnya dan keputusan partai-partai pengusung akan menjadi perhatian seiring mendekatnya tahapan pemilu.