Presiden Prabowo Subianto menyapa Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dengan candaan soal perubahan posisi di antara mereka. Dalam acara di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026), Prabowo mengingatkan bahwa Luhut pernah menjadi komandannya saat keduanya bertugas di TNI. Namun, kata Prabowo, keadaan kini berbalik: dirinya yang menjadi komandan Luhut.

Ucapan itu disampaikan ketika Prabowo menyapa anggota kabinet yang hadir dalam acara peletakan batu pertama 11 proyek hilirisasi sekaligus ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV). Ia menyebut Luhut dengan jabatan dan pangkat purnawirawannya sebelum menyinggung hubungan mereka di masa lalu.

“Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI Purnawirawan Luhut Binsar Pandjaitan. Mantan komandan saya,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian melanjutkan sapaan itu dengan gurauan tentang perubahan peran. Pernyataannya disambut tawa peserta yang hadir di lokasi acara.

“Roda berputar sekarang saya komandannya beliau,” ujarnya.

Gurauan Prabowo di tengah agenda industri

Momen tersebut berlangsung di sela agenda pemerintah yang berfokus pada hilirisasi dan industri baterai. Prabowo hadir dalam acara groundbreaking 11 proyek hilirisasi serta ekspor perdana baterai EV di Halmahera Tengah. Di tengah rangkaian kegiatan itu, ia menyapa sejumlah anggota kabinet, termasuk Luhut, yang kini menjabat Ketua DEN.

Gurauan Prabowo merujuk pada pengalaman keduanya saat masih berdinas di TNI. Sapaan itu juga menghadirkan sisi personal dari hubungan yang telah terjalin sejak mereka sama-sama bertugas di satuan elite antiteror. Reaksi peserta yang tertawa menyusul kalimat Prabowo tentang roda yang berputar.

Dalam pernyataan singkat itu, Prabowo menempatkan masa lalu dan keadaan sekarang dalam satu perbandingan. Luhut, yang pernah menjadi komandan Prabowo, kini berada dalam pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo sebagai presiden. Candaan tersebut disampaikan langsung kepada Luhut di hadapan peserta acara.

Jejak Prabowo dan Luhut di Gultor 81

Kebersamaan Prabowo dan Luhut bermula ketika keduanya tergabung dalam Kopassus dan ditempatkan di satuan antiteror yang baru dibentuk. Unit itu dikenal sebagai Detasemen 81/Penanggulangan Teror atau Gultor 81. Dalam satuan tersebut, Luhut menjadi komandan pertama, sedangkan Prabowo bertugas sebagai wakilnya.

Perbedaan posisi mereka saat itu menjadi inti candaan Prabowo di Halmahera Tengah. Luhut berpangkat mayor dan memimpin Gultor 81, sementara Prabowo berpangkat kapten serta menjadi wakil komandan. Dengan mengingat kembali susunan tersebut, Prabowo mengaitkan pengalaman kedinasan mereka dengan hubungan jabatan saat ini.

Prabowo tidak menguraikan lebih jauh kisah mereka selama bertugas di satuan itu. Namun, ia secara terbuka menyebut Luhut sebagai mantan komandannya. Ungkapan “roda berputar” kemudian menjadi cara Prabowo menggambarkan pergantian posisi tersebut, tanpa menghilangkan nada akrab dalam sapaan mereka.

Dari pengalaman militer ke pemerintahan

Hubungan lama keduanya kembali tampak dalam acara yang mempertemukan mereka sebagai pejabat pemerintahan. Prabowo hadir sebagai presiden, sedangkan Luhut menjabat Ketua DEN. Peran mereka kini berbeda dari masa ketika keduanya berada dalam satuan antiteror, tetapi pengalaman sebagai atasan dan bawahan menjadi bahan candaan yang disampaikan di depan peserta.

Momen itu memberi warna ringan pada agenda resmi di Halmahera Tengah. Di hadapan para undangan, Prabowo menyelipkan kisah masa dinasnya saat menyapa seorang pejabat yang sudah lama dikenalnya. Candaan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa hubungan keduanya telah melewati beberapa perubahan peran, dari lingkungan militer hingga pemerintahan.

Acara groundbreaking 11 proyek hilirisasi dan ekspor perdana baterai EV menjadi latar bagi pertemuan itu. Sementara agenda industri berlanjut, sapaan Prabowo kepada Luhut menampilkan sisi lain dari hubungan keduanya: sebuah gurauan singkat yang bertumpu pada sejarah bersama di Gultor 81.