Epic Games menggandeng Microsoft untuk membawa Advanced Shader Delivery (ASD) ke Unreal Engine 5.8. Teknologi ini dirancang mengurangi stutter akibat kompilasi shader saat game dimainkan di PC, masalah yang masih dapat mengganggu pengalaman bermain meski komputer memakai prosesor dan kartu grafis kelas atas. Melalui dukungan tersebut, pengembang dapat menyiapkan shader yang telah dikompilasi untuk kombinasi GPU dan driver tertentu sebelum game dimainkan. Namun, ASD bukan pengganti seluruh metode optimasi yang sudah digunakan pengembang. Epic tetap menyarankan agar sistem precaching Pipeline State Object (PSO) dipertahankan. Bagaimana Advanced Shader Delivery bekerja? Dalam dokumentasi resmi Unreal Engine 5.8, Epic menyediakan ASD Tool untuk membuat State Object Database (SODB). Basis data itu dibuat dari game Windows berbasis DirectX 12 yang telah dikompilasi untuk distribusi. Setelah disiapkan, SODB dapat diberikan kepada publisher yang mendukung teknologi tersebut. Database itu digunakan untuk menghasilkan shader yang sudah dikompilasi sesuai kombinasi kartu grafis dan driver tertentu. Dengan persiapan tersebut, sebagian pekerjaan kompilasi dapat dilakukan sebelum pemain menjalankan game. Kompilasi shader yang berlangsung ketika permainan berjalan kerap dikaitkan dengan stutter, yakni gangguan berupa tersendatnya tampilan dalam permainan. Masalah ini menjadi perhatian pada game PC, termasuk judul yang berjalan dengan Unreal Engine 5. ASD ditujukan untuk menekan kebutuhan kompilasi saat bermain, bukan menjamin seluruh gangguan performa akan hilang. Variasi PSO menjadi tantangan bagi pengembang Game berbasis Unreal Engine 5 dapat memiliki kombinasi material, efek visual, pengaturan grafis, dan PSO dalam jumlah besar. Keragaman itu membuat pengembang menghadapi tantangan saat mengidentifikasi konfigurasi yang perlu disiapkan sebelum game dirilis. PSO berkaitan dengan konfigurasi yang dibutuhkan untuk memproses tampilan grafis. Karena satu game dapat menggunakan banyak kombinasi, tidak semua shader atau konfigurasi selalu tercakup dalam database yang disiapkan. Dalam kondisi itu, kompilasi konvensional masih mungkin diperlukan ketika permainan berjalan. Itulah sebabnya Epic tidak menyarankan pengembang meninggalkan PSO precaching yang sudah ada. ASD dan precaching dapat berperan sebagai pendekatan yang saling melengkapi: database membantu menyediakan shader untuk konfigurasi tertentu, sementara sistem yang telah digunakan tetap diperlukan untuk menangani kebutuhan lain. Ketersediaan ASD dan rencana untuk Fortnite Advanced Shader Delivery telah tersedia melalui Microsoft Store dan aplikasi Xbox PC untuk perangkat Windows 11 dengan GPU serta driver yang kompatibel. Ketersediaan teknologi ini saat ini bergantung pada dukungan perangkat dan distribusi game yang mengadopsinya. Microsoft juga berencana memperluas ASD ke game yang didistribusikan melalui Steam dan Epic Games Store. Dukungan untuk Epic Games Store ditargetkan hadir pada awal 2027. Perluasan itu berpotensi membuat teknologi ini menjangkau lebih banyak pemain, meski penerapannya tetap bergantung pada dukungan dari pihak terkait. Integrasi ASD untuk Fortnite juga sedang disiapkan oleh Microsoft. Informasi tersebut membuka peluang bagi pemain Fortnite untuk merasakan pengurangan stutter di masa mendatang, terutama setelah game itu bermigrasi ke Unreal Engine 5.8. Namun, peningkatan performa belum dapat dipastikan sebelum implementasi tersebut tersedia dan dampaknya terlihat saat dimainkan. ASD bukan satu-satunya jawaban untuk stutter Kehadiran ASD menawarkan cara baru untuk mengurangi pekerjaan kompilasi shader yang berlangsung saat permainan aktif. Dampaknya dapat bergantung pada seberapa banyak konfigurasi yang tercakup dalam database serta kecocokan GPU dan driver yang digunakan. Shader yang tidak tersedia dalam database tetap dapat memerlukan proses kompilasi biasa. Implementasi saat ini juga belum mendukung PSO untuk ray tracing. Batasan tersebut berarti masih ada konfigurasi grafis tertentu yang belum tercakup oleh dukungan baru ini. Karena itu, langkah Epic mempertahankan anjuran precaching menunjukkan bahwa pengoptimalan dari sisi pengembang tetap penting. ASD bisa menjadi salah satu alat untuk menekan stutter, tetapi belum menghapus seluruh tantangan kompilasi shader di PC. Seberapa besar manfaatnya akan lebih jelas setelah dukungannya meluas ke lebih banyak toko game dan diterapkan pada judul yang kompatibel. Untuk pemain, perkembangan berikutnya layak dipantau—terutama penerapannya di Fortnite dan game Unreal Engine 5 lainnya. Post navigation Galaxy A18 vs A17: Perlukah Pengguna Upgrade?