Jose Mourinho mengawali periode keduanya bersama Real Madrid dengan hasil positif dan penilaian baik atas kemampuannya mengelola ruang ganti. Menjelang El Clasico melawan Barcelona di Camp Nou, Senin (26/10/2026) dini hari WIB, Madrid sudah mengantongi empat kemenangan beruntun di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut.

Sejak kembali menangani Los Blancos pada awal musim ini, Mourinho memimpin tim dalam 12 pertandingan. Madrid meraih 10 kemenangan dan menelan dua kekalahan. Catatan itu menjadi modal penting menjelang laga yang dapat memengaruhi persaingan di papan atas Liga Spanyol.

Mourinho dinilai memahami karakter pemain Madrid

Performa Madrid bukan satu-satunya hal yang mendapat sorotan. Pendekatan Mourinho terhadap para pemain bintang juga menuai penilaian positif dari lingkungan klub. Ia disebut mampu membaca karakter pemain sekaligus menjaga hubungan di dalam skuad.

“Dia tahu bagaimana mengelola ego dengan sangat baik dan memahami setiap pemain,” kata seorang sumber di Real Madrid, seperti dikutip Marca. Penilaian tersebut menggambarkan kemampuan Mourinho menangani ruang ganti yang dihuni pemain-pemain dengan karakter berbeda.

Dalam tim dengan banyak bintang, menjaga komunikasi dan mengelola ekspektasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pelatih. Sumber dari klub itu menekankan bahwa Mourinho memahami kebutuhan individu para pemain. Namun, bahan yang tersedia tidak merinci cara khusus yang ia gunakan untuk menangani setiap karakter.

Di awal masa tugasnya, perpaduan antara hasil pertandingan dan pengelolaan pemain menjadi gambaran positif bagi Madrid. Empat kemenangan beruntun memberi tim dorongan menjelang laga besar, sementara kemampuan menjaga suasana di ruang ganti ikut menjadi perhatian.

Empat kemenangan beruntun jadi bekal El Clasico

Kemenangan terakhir Madrid datang dengan skor meyakinkan. Mereka menundukkan RB Leipzig 4-1 dalam pertandingan Liga Champions. Hasil itu memperpanjang rentetan kemenangan menjadi empat laga, sekaligus memperkuat kesan bahwa tim sedang berada dalam momentum baik bersama Mourinho.

Meski begitu, laga melawan Barcelona menghadirkan ujian berbeda. Madrid akan bermain di Camp Nou dan menghadapi tim yang berada di puncak klasemen. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi Los Blancos untuk memangkas selisih poin dengan rivalnya.

Madrid saat ini berada di posisi ketiga dengan 21 poin, tertinggal enam angka dari Barcelona yang mengoleksi 27 poin. Karena itu, kemenangan akan bernilai lebih dari sekadar hasil positif dalam duel klasik. Tambahan tiga poin dapat mendekatkan Madrid ke posisi teratas, sedangkan kekalahan berisiko memperlebar jarak.

Catatan empat kemenangan memberi kepercayaan diri, tetapi tidak otomatis menjamin hasil di El Clasico. Mourinho dan para pemainnya tetap harus menghadapi Barcelona di kandangnya dalam pertandingan yang penting bagi arah persaingan Liga Spanyol.

Isu ruang ganti ikut mengiringi laga besar

Perhatian terhadap suasana internal Madrid juga muncul setelah gelandang Aurelien Tchouameni membahas keributan dengan Federico Valverde pada akhir musim lalu. Insiden itu terjadi pada Mei, beberapa hari sebelum pertandingan melawan Barcelona. Valverde dilaporkan sempat masuk rumah sakit karena cedera kepala, sementara klub menjatuhkan denda kepada keduanya dengan total mencapai satu juta euro.

Tchouameni menyebut peristiwa tersebut tidak sebesar yang diberitakan. “Tidak ada perkelahian seperti yang dibicarakan orang-orang,” ujarnya dalam acara talkshow The Bridge yang tayang di YouTube. Ia menggambarkan kejadian itu sebagai perselisihan kecil yang kemudian menjadi besar karena perhatian publik terhadap Real Madrid.

Menurut Tchouameni, situasi sudah kembali normal dan ia serta Valverde kembali bermain bersama musim ini. Ia juga mengatakan berusaha meredakan suasana saat banyak orang menanyakan insiden tersebut. Keterangan itu memberi konteks bahwa dinamika ruang ganti Madrid pernah menjadi sorotan, meski kedua pemain kini kembali tampil bersama.

Menjelang El Clasico, fokus utama Madrid adalah menerjemahkan momentum positif menjadi hasil di lapangan. Kemampuan Mourinho mengelola pemain akan kembali diuji dalam pertandingan yang sarat tekanan. Hasil di Camp Nou dapat menjadi tolok ukur awal, baik bagi laju Madrid di klasemen maupun bagi kepemimpinan Mourinho di ruang ganti.