Bruno Fernandes melontarkan kritik kepada Michael Carrick setelah Manchester United kalah 4-1 dari Como, dalam pertandingan yang memperuncing ketegangan di kubu Setan Merah. Sang kapten menilai kekalahan itu berkaitan dengan pelatih dan staf teknis, sementara Carrick mengambil tanggung jawab penuh atas hasil serta penampilan tim. Fernandes menyampaikan pernyataan tersebut setelah ditarik keluar pada menit ke-67. Sikapnya yang terlihat kecewa di lapangan dan saat menuju bangku cadangan menambah sorotan terhadap hubungan antara pemain dan staf pelatih, ketika United tengah menjalani rentetan hasil buruk. Bruno Fernandes arahkan kritik kepada staf pelatih Usai pertandingan, Fernandes menyebut masalah yang terjadi bukan tanggung jawabnya. “Ini masalah pelatih dan staf teknis, bukan masalah saya. Kesalahan adalah kesalahan pelatih,” kata pemain asal Portugal itu, seperti dikutip dalam laporan Goal.com. Pernyataan itu muncul setelah Como, tim asuhan Cesc Fabregas, mencetak empat gol dan membuat United tumbang 4-1. Menurut laporan tersebut, kamera pertandingan juga menangkap ketidakpuasan Fernandes terhadap pendekatan taktik dan pengelolaan pertandingan. United disebut sudah kebobolan hanya 118 detik setelah sepak mula. Kritik terbuka dari kapten tim membuat kekalahan itu tak lagi sekadar persoalan hasil di lapangan. Pernyataan Fernandes memunculkan pertanyaan mengenai kepercayaan pemain kepada staf pelatih, terlebih ketika tim gagal merespons tekanan dan harus menerima kekalahan dengan selisih tiga gol. Carrick ambil tanggung jawab atas kekalahan Menanggapi situasi tersebut, Carrick berusaha meredakan ketegangan dengan menyatakan bahwa tanggung jawab atas penampilan United berada di pundaknya. Kepada TNT Sports, ia mengatakan semua pihak perlu bertanggung jawab, tetapi beban utama tetap menjadi tugasnya sebagai pelatih. “Saya bertanggung jawab 100% atas tim dan penampilan secara keseluruhan. Tanggung jawab berhenti pada saya dan saya menerima itu sepenuhnya.” Carrick juga mengakui bahwa penampilan tim tidak dapat diterima. Ia mengaku sebagai pendukung lama United dan mengatakan hasil seperti itu menyakitkan baginya. Namun, menurutnya, masalah utama dalam pertandingan tersebut mencakup motivasi, niat, serta ketajaman yang harus ditunjukkan pemain. “Kami tidak menunjukkan itu hari ini,” ujarnya. Carrick menyebut penampilan tersebut bukan gambaran kemampuan para pemain, yang menurutnya telah menunjukkan level lebih baik selama enam atau tujuh bulan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa semangat tidak bisa dinyalakan dan dimatikan sesuka hati. Kritik Lisandro Martinez menambah tekanan Ucapan Fernandes datang setelah bek Lisandro Martinez lebih dulu melontarkan kritik. Beberapa hari sebelumnya, Martinez disebut telah didenda setelah mengatakan bahwa tim tidak memiliki level yang dibutuhkan untuk bersaing di Eropa. Ia juga mengarahkan sorotan kepada manajemen klub dan kebijakan transfer. Rangkaian pernyataan dari dua pemain itu membuat suasana internal United kian menjadi perhatian. Laporan Goal.com menggambarkan adanya ketegangan antara pemain, pelatih, dan manajemen. Namun, pernyataan publik tersebut belum dengan sendirinya menjelaskan keseluruhan persoalan di dalam klub; yang terlihat jelas adalah ketidakpuasan yang muncul di tengah hasil yang mengecewakan. Tekanan juga bertambah karena United disebut telah melewati tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Rentetan itu diklaim sebagai yang terburuk bagi klub sejak Desember 2015. Carrick, yang berstatus pelatih sementara, sebelumnya dinilai layak mendapat kesempatan setelah awal yang menjanjikan, tetapi situasi kini menempatkannya dalam tekanan besar. Permintaan maaf Carrick kepada suporter Di tengah kritik, Carrick tetap membela para pemainnya, tetapi tidak mencari alasan atas kekalahan dari Como. Ia secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada suporter yang datang ke Italia dan harus menyaksikan penampilan buruk, termasuk mereka yang meninggalkan tribun lebih awal. “Suporter adalah denyut nadi klub ini dan akan selalu demikian,” kata Carrick. Ia menegaskan tidak ada alasan untuk penampilan tersebut dan meminta maaf kepada para pendukung atas pengalaman yang mereka alami. Respons Carrick menunjukkan bahwa ia menerima tanggung jawab secara terbuka, sementara komentar Fernandes menandakan adanya perbedaan pandangan mengenai sumber masalah. Bagi United, langkah berikutnya bukan hanya memperbaiki hasil pertandingan, tetapi juga memulihkan kepercayaan di antara pemain dan staf. Seberapa cepat tim mampu melakukannya akan menjadi ujian penting bagi Carrick di tengah rentetan tanpa kemenangan. Post navigation Persib Vs Persik: Jadwal dan Link Live Streaming Mourinho Bawa Real Madrid Menang dan Redam Ego Bintang