Emiliano Martinez dibawa keluar lapangan dengan tandu setelah mengalami benturan keras dalam laga Everton melawan Chelsea di Hill Dickinson Stadium, Sabtu. Insiden pada menit ke-66 itu membuat pertandingan Liga Primer Inggris pekan ketujuh terhenti cukup lama, sementara tim medis memeriksa kondisi kiper asal Argentina tersebut.

Martinez berbenturan dengan pemain Everton, Branthwaite, saat sebuah tendangan bebas dieksekusi. Keduanya jatuh di lapangan, tetapi Branthwaite bisa segera bangkit. Kondisi Martinez tampak lebih mengkhawatirkan: ia tetap terbaring ketika sejumlah petugas medis mengerumuninya.

Suasana stadion berubah tegang. Tandu disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan Martinez harus meninggalkan pertandingan, sementara pemeriksaan medis berlangsung di lapangan. Tayangan ulang benturan itu tidak ditampilkan di televisi, menurut laporan Sky Sports yang dikutip dalam pemberitaan.

Martinez ditandu keluar, Penders jalani debut

Penanganan terhadap Martinez berlangsung hingga menit-menit akhir babak kedua. Sekitar menit ke-70, Mike Penders mulai bersiap masuk sebagai pengganti. Kiper berusia 21 tahun itu menunggu di pinggir lapangan ketika tim medis masih menangani Martinez.

Pada menit ke-73, Martinez akhirnya dibawa keluar dengan tandu. Chelsea kemudian melakukan pergantian darurat pada menit ke-74 dengan memasukkan Penders. Hingga laporan tersebut disusun, belum ada keterangan pasti mengenai jenis cedera yang dialami Martinez maupun tingkat keparahannya.

Bagi Penders, kesempatan itu menjadi momen penting. Ia mencatatkan penampilan pertamanya di Liga Primer Inggris pada usia 21 tahun dan 78 hari. Berdasarkan informasi dalam laporan pertandingan, ia menjadi kiper termuda yang tampil untuk Chelsea di kompetisi tersebut.

Debut itu datang dalam keadaan yang jauh dari ideal. Pergantian dilakukan setelah pertandingan sempat terhenti dan perhatian tertuju pada kondisi Martinez. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan sang kiper bisa kembali bermain; kepastian mengenai cederanya masih menunggu keterangan lanjutan.

Dwigol Neto bawa Chelsea menang di kandang Everton

Di tengah insiden tersebut, Chelsea pulang dengan kemenangan 2-0. Pedro Neto menjadi penentu hasil dengan mencetak gol pada menit ke-46 dan ke-90. Tambahan tiga poin membawa Chelsea mengoleksi 13 poin dan menempati posisi keempat, sedangkan Everton tertahan dengan 10 poin di peringkat keenam.

Gol pertama Neto tercipta sesaat setelah babak kedua dimulai. Chelsea kemudian menjaga keunggulan sebelum pemain Portugal itu memastikan kemenangan pada menit terakhir waktu normal. Hasil tersebut menjadi bekal berharga bagi Chelsea, meski perhatian seusai laga juga tertuju pada cedera Martinez dan sejumlah keputusan wasit.

Salah satu protes Chelsea terjadi pada menit ke-31. Joao Pedro terjatuh di kotak penalti setelah berbenturan dengan James Tarkowski. Penyerang Brasil itu meminta penalti, begitu pula sejumlah rekannya, tetapi wasit Paul Tierney memutuskan permainan tidak perlu dihentikan untuk memberikan hukuman.

VAR tidak meminta Tierney meninjau ulang insiden melalui monitor di tepi lapangan. Keputusan itu membuat pertandingan berlanjut tanpa penalti bagi Chelsea, meski para pemain sempat menyampaikan keberatan.

Keputusan wasit ikut mewarnai pertandingan

Perdebatan kembali muncul pada menit ke-81. Chelsea meminta penalti setelah Rogers terjatuh di kotak penalti akibat tekel Tarkowski. Tierney kembali menolak memberikan pelanggaran, dan VAR mendukung keputusan tersebut. Chelsea kemudian memperoleh tendangan sudut.

Dua insiden itu menambah tensi dalam laga yang sejak menit ke-66 sudah diwarnai kekhawatiran atas kondisi Martinez. Namun, hasil akhir tetap ditentukan oleh dua gol Neto, sementara pertanyaan mengenai kondisi kiper Argentina itu belum terjawab.

Untuk Chelsea, kemenangan ini memperkuat posisi mereka di papan atas setelah pekan ketujuh. Namun, perkembangan kesehatan Martinez akan menjadi perhatian berikutnya, menyusul proses penanganan yang panjang dan evakuasinya dengan tandu. Informasi resmi mengenai cedera tersebut masih dinantikan.